Ridwan Analis

Laboran di Puskesmas Samaenre, Kab. Sinjai, Kec. Sinjai Selatan

SOP (STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR) LABORATORIUM PUSKESMAS SAMAENRE

pada Oktober 21, 2015

SOP (STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR) LABORATORIUM PUSKESMAS SAMAENRE

  1. Menghitung Leukosit

Darah diencerkan dalam pipet leukosit, kemudian dimasukkan ke dalam kamar hitung. jumlah leukosit dihitung dengan volume tertentu ; dengan mengenakan faktor konversi jumlah leukosit per ul darah dapat diperhitungkan. larutan TURK digunakan sebagai larutan pengencer, dengan komposisi : larutan gentianviolet 1% dalam air 1 ml, asam asetat glasial 1 ml, aquadest ad 100 ml. saringlah sebelum dipakai.

Cara :

  • Mengisi pipet Leukosit
  1. Isaplah darah kapiler (kapiler, EDTA, atau oxalat) sampai pada garis tanda “0,5” tepat.
  2. Hapus kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet
  3. Masukkan ujung pipet kedalam larutan TURK sambil mempertahankan darah tetap pada garis tan tadi. pipet dipegang dengan sudut 45 derajat dan larutan TURK dihisap perlahan-lahan sampai garis tanda “11” tepat. Hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara.
  4. Angkatlah pipet dari cairan; tutup ujung pipet dengan ujung jari kemudian lepaskan karet penghisap.
  5. Kocoklah pipet tadi selama 15-30 detik. jika tidak segera akan dihitung letakkan pipet dalam posisi horizontal.
  • Mengisi kamar hitung
  1. Letakkan kamar hitung yang telah benar-benar bersih dengan kaca penutup yang terpasang mendatar di atas meja.
  2. Kocoklah pipet yang berisi tadi selama 3 menit terus menerus (jangan samapai ada cairan yang terbuang dari pipet saat mengocok)
  3. Buang semua cairan yang ada pada batang kapiler pipet (3 – 4 tetes) dan kemudian sentuhkan ujung pipet (sudut 30 derajat) dengan menyinggung pinggir kaca penutup pada kamar hitung. Biarkan kamar hitung tersebut terisi cairan perlahan-lahan dengan gaya kapilaritasnya sendiri.
  4. Biarkan kamar hitung yang sudah terisi tersebut selama 2-3 menit agar leukkosit-leukosit mengendap. jika tidak akan dihitung segera, simpan kamar hitung tersebut dalam cawan peti tertutup yang berisi kapas basah.

 

  • Cara menghitung sel
  1. Pakailah lensa objektif kecil (pembesaran 10x). turunkan lensa kondensor atau kecilkan diafragma mikroskop. meja mikroskop harus datar,
  2. Kamar hitung dengan bidang bergaris diletakkan di bawah objektif dan fokus mikroskop diarahkan pada garis-garis bagi tersebut. Dengan sendirinya leukosit-leukosit akan jelas terlihat.
  3. Hitunglah semua leukosit yang terdapat dalam keempat “bidang besar” pada sudut-sudut “seluruh permukaan yang dibagi”.
  4. Mulailah menghitung dari sudut kiri atas, terus ke kanan, kemudian turun ke bawah dan dari kanan ke kiri dan seterusnya. Kadang ada sel yang menyinggung garis suatu  bidang, sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah kiri atau garis atas haruslah di hitung. Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis sebelah kanan dan bawah tidak boleh dihitung.
  • Perhitungan

Pengenceran yang dilakukan pada pipet adalah 20 kali. Jumlah semua sel yang dihitung dalam keempat bidang itu dibagi 4 menunjukkan jumlah leukosit dalam 0,1 ul. Kalikan angka tersebut dengan 10 (untuk tinggi) dan 20 (untuk pengenceran) untuk mendapatkan jumlah leukosit dalam 1 ul darah. Singkatnya : Jumlah sel yang terhitung dikali 50 = jumlah leukosit per ul darah.

Catatan :

Pengenceran yang lazim digunakan untuk menghitung leukosit adalah 20 kali, tetapi menurut keadaan (leukositosis tinggi atau leukopenia) pengenceran dapat diubah sesuai keadaan tersebut, lebih tinggi pada leukositosis dan lebih rendah pada leukopenia. Sedian darah dengan oxalat yang tidak segera dipakai ada kemungkinan terjadi penggumpalan leukosit. Jika darah tepi banyak mengandung sel darah merah berinti maka sel tersebut akan diperhitungkan seperti leukosit, untuk koreksi dapat dilakukan pemeriksaan sedian hapus yang dipakai untuk hitung jenis leukosit, persentase sel darah merah berinti di catat. misalnya ; didapatkan 10.000 leukosit per ul darah dan dari hitung jenis didapatkan tiap 100 leukosit ada 25 sel darah merah berinti, maka jumlah leukosit yang sebenarnya adalah :


 

  1. Menghitung Eritrosit

Darah diencerkan dalam pipet eritrosit, kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung. Jumlah eritrosit dihitung dalam volume tertentu ; dengan menggunakan faktor konversi, jumlah eritrosit per ul darah dapat diperhitungkan. larutan pengencer yang dipakai adalah larutan HAYEM, dengan komposisi : natrium sulfat (berair kristal) 5 g; natrium klorida 1 g; merkuri klorida 0,5 g, aquadest ad 200 ml. Juga boleh dipakai larutan GOWERS : natrium sulfat 12,5 g; asam asetat glasial 33,3 ml; aquadest ad 200 ml. Saringlah sebelum dipakai.

  • Mengisi pipet eritrosit

Tindakan-tindakan sama seperti mengisi pipet leukosit ; darah dihisap samapai tanda “0,5” dan larutan pengencer samapa tanda “101”.

  • Mengisi kamar hitung

Sama dengan metoda yang digunakan untuk menghitung leukosit di atas

  • Menghitung jumlah sel
  1. Turunkan lensa kondensor atau kecilkan diafragma. meja mikroskop harus dalam posisi rata air.
  2. Atur fokus terlebih dahulu dengan memakai lensa objektif kecil (10 x), kemudian lensa tersebut diganti dengan lensa objektif besar (40x), sampai garis-garis bagi dalam bidang besar tengah jelas terlihat.
  3. Hitung semua eritrosit yang terdapat dalam 5 bidang yang tersusun dari 16 bidang kecil (misalnya ; pada keempat sudut bidang besar di tambah dengan satu bidang di bagian tengah). Cara dan ketentuan  menghitung sel sama dengan cara menghitung leukosit.\
  • Perhitungan

Pengenceran dalam pipet eritrosit adalah 200 kali. Luas tiap bidang kecil 1/400 mm kuatdrat, tinggi kamar hitung 1/10 mm, sedangkan eritrosit yang dihitung dalam 5 x 16 bidang kamar kecil = 80 bidang kecil, yang jumlah luasnya 1/5 mm kuatdrat. Faktor untuk mendapatkan jumlah eritrosit dalam ul darah menjadi 5 x 10 x 200 = 10.000

 

Catatan :

Pengenceran yang lazim dipakai untuk menghitung eritrosit adalah 200 x; tetapi menurut keadaan (eritrositosis atau anemia) dapat diubah sesuai dengan keadaan itu. untk mengecilkan kesalahan sekurang-kurangnya harus 400 eritrosit dihitung dalam kamar hitung. Menghitung eritrosit dengan kamar hitung lebih sukar dibanding dengan menghitung leukosit dan dibutuhkan ketelitian yang lebih.


 

  1. Menghitung Trombosit

Trombosit sukar dihitung karena mudah sekali pecah dan sukar dibedakan dengan kotoran kecil. Dan ditambah dengan sifatnya yang cenderung melekat pada permukaan asing (bukan endotel utuh) dan menggumpal-gumpal.

Ada dua cara yang lazim di pakai, yaitu cara langsung dan cara tidak langsung. pada cara tidak langsung jumlah trombosit dibandingkan dengan jumlah eritrosit, sedangkan jumlah eritrosit itulah yang sebnarnya dihitung. untuk mencegah trombosit melekat pada permukaan asing, dianjurkan untuk menggunakan alat-alat gelas yang dilapisi silikon atau alat-alat plastik

  • Cara Langsung (Rees dan Ecker)

Darah diencerkan dengan larutan REES ECKER dan jumlah trombosit dihitung dalam kamar hitung. Larutan REES ECKER : natrium sitrat 3,8g; formaldehid 40% 2 ml; brillian cresylblue 30 mg; aquadest ad 100 ml. Harus disaring sebelum dipakai.

  1. Isaplah larutan REES ECKER ke dalam pipet eritrosit samapi garis tanda “1” dan buanglah lagi cairan itu.
  2. Isaplah darah sampai garis tanda “0,5” dan cairan REES ECKER sampai garis tanda “101”. Segeralah kocok selama 3 menit.
  3. Teruskan tindakan seperti menghitung eritrosit dalam kamar hitung.
  4. Biarkan kamar hitung yang telah terisi dalam sikap datar dalam cawan petri tertutup selama 10 menit agar trombosit mengendap
  5. Hitunglah semua trombosit dalam seluruh bidang besar di tengah-tengah (1 mm kuadrat) memakai lensa objektif besar.
  6. Jumlah itu dikalikan 2.000 menghasilkan jumlah trombosit per ul darah.
  • Cara tidak langsung (Fonio)
  1. Bersihkan ujung jari dengan alkohol dan biarkan kering lagi.
  2. Taruhlah di atas ujung jari tersebut setetes besar larutan magnesium sulfat 14%.
  3. Tusuklah ujung jari dengan lanset melalui tetesan lar magnesium sulfat tersebut.
  4. Setelah jumlah darah keluar kurang lebih 1/4 jumlah larutan magnesium sulfat, campurlah darah dengan magnesium sulfat tersebut.
  5. Buatlah sedian hapus (dengan pewarnaan Wrigth atau Giemsa)
  6. Hitung jumlah trombosit yang dilihat bersama dengan 1.000 eritrosit.
  7. Lakukanlah tindakan menghitung jumlah eritrosit per ul darah.
  8. Perhitungkanlah jumlah trombosit per ul darah berdasarkan kedua angka itu.

Catatan :

Jumlah trombosit dalam keadaan normal sangat dipengaruhi oleh cara menghitungnya. sering dipastikan nilai normal adalah antara 200.000 dan 500.000 per ul darah. Karena sukar dihitung, pemeriksaan semikuantitatif tentang jumlah trombosit dalam sediaan apus darah sangat besar artinya sebagai pemeriksaan penyaring.

 


 

  1. Pemeriksaan Golongan Darah

Metode : Slide Test.

Prinsip :

                              Antigen A, B, O, dan rhesus (anti D) akan berikatan dengan antibody dalam sampel sehinga terjadi glutinasi.

Alat dan Bahan    :

  1. slide atau objek gelas
  2. Batang pengaduk
  3. Antisera A dan B
  4. Darah kapiler

 

Prosedur Kerja     :

  1. Taruhlah di sebelah kiri kaca ebjek 1 tetes serum anti-A dan di sebelah kanan 1 tetes serum anti-B.
  2. Setetes kecil darah diteteskan kepada serum itu dan dicampur menggunakan lidi.
  3. Goyangkan kaca dengan membuat gerakan melingkar.
  4. Perhatikan adanya aglutinasi dengan mata belaka dan benarkan pendapat itu juga dengan memakai mikrosop.

Cara Pembacaan      :

Anti A Anti B Anti A, B

 

Golongan

Darah

+

+

+

+

+

+

+

A

B

AB

O

 

Interpretasi Hasil :

+: Aglutinasi

            –: Tidak terjadi aglutinasi


 

  1. Pemeriksaan Hemoglobin (Hb)
  2. Metode   : Sahli
  3. Prinsip     : Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan adanya larutan HCl 0,1 N, lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan warna standar dengan mata biasa.
  4. Alat dan Bahan
  5. Hemometer terdiri dari :
  • Gelas berwarna sebagai warna standar
  • Tbung Hb dengan pembagian skala putih 2-22
  • Pengaduk dari gelas
  • Pipet Hb yang merupakan kapiler yang mempunyai volume 20 ul
  • Selang pengisap
  1. Kertas saring atau tissue
  2. Darah vena atau darah kapiler
  3. Aquadest
  4. Larutan HCl 0,1 N
  5. Pipet tetes
  6. Cara Kerja
  7. Tabung hemometer diisi dengan larutan HCl 0,1 N sampai tanda 2
  8. Isap darah ka[iler/vena dengan pipet sahli sampai tanda “20 ul”
  9. Dihapus kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kapas dengan hati-hati jangan sampai darah kuar dari pipet
  10. Darah dimasukkan sebanyak 20 ul kedalam tabung yang berisi larutan HCl tadi tanpa menimbulkan gelembung udara
  11. Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dari dalam pipet secara berulang-ulang (3 kali)
  12. Campur isi tabung dan diamkan selama 3-5 menit untuk membentuk asam hematin
  13. Asam hematin yang terbentuk diencerkan dengan aquadest setetes demi setetes sambil diaduk dengan batas pengaduk sampai didapat warna yang sama dengan warna standar
  14. Nilai Normal
  • Laki-laki            :   14-18 gr%
  • Perempuan        :   12-16 gr%

 

 

 

Pemeriksaan Sedimen Urine

Prinsip Pemeriksaan :
Berat jenis unsur-unsur sedimen organik dan non-organik lebih besar daripada jenis urine sehingga dengan sentrifugasi maka zat-zat tersebut akan mengendap

Tujuan Pemeriksaan :
Menemukan adanya unsur-unsur sedimen organik dan tak organik dalam urine secara mikroskopik.

Persiapan pasien :
Pasien dilarang mengkonsumsi obat-obat sulfa

Alat yang dipakai :
– Sentrifus
– Mikroskop
– Kaca objek
– Kaca penutup
– Pipet

Prosedur Pemeriksaan :

  1. Kocok urine dalam botol agar bila ada sedimen akan tercampur rata
  2. Masukkan 5ml urine yan telah dicampur rata kedalam tabung sentrifus.Kemudian sentrifus selama 5 menit dengan kecepatan 2000 rpm
  3. Tuanglah cairan bagian atas sehingga volume cairan dan sedimen menjadi kira-kira 1 ml atau 1/2 ml. Kocoklah tabung untuk mencampur kembali sedimen
  4. Dengan menggunakan pipet,taruhlah 1 tetes sedimen disebelah kanan dan 1 tetes disebelah kiri kaca objek. Tutuplah masing-masing tetesan dengan kaca penutup.
  5. Periksa dibawah mikroskop, mula-mula gunakan pembesaran objektif 10x (lapangan pandang kecil,LPK), kemudian dengan pembesaran objektif 40x (lapangan pandang besar,LPB). Diamati beberapa lapang pandang (1-10 lapang pandang)

 

Sedimen urine yang mungkin ditemukan :

  1. Sel Epitel

Ukuran dan bentuknya bermacam-macam, tergantung dari asalnya.Ada yang berukuran besar dan bentuknya segi empat( skuamus), berbentuk lonjong dengan ujung lancip (sel kandung kencing), berukuran kecil dengan granula (sel ginjal ) dan lain-lain.

  1. Eritrosit
    Berbentuk bulan, transparan kehijau-hijauan.Tepinya dapat rata, keriput atau menggembung.Ukuran 5-10 µm.
  2. Lekosit
    Sendiri-sendiri atau berkelompok.Bentuknya bulat, granula terlihat jelas.Inti kadang-kadang dapat terlihat.Tepi dapat rata atau keriput.Ukuran 10-15 µm.
  3. Silinder Silinder hialin :

transparan (tembus cahaya) , ujung bulat. Silinder granular : warna kuning, bergranula besar dan ujung bulat.

  1. Kristal :

Kristal oksalat : bentuknya seperti amplop (kubus) ukuran 10-20 µm.
Kristal tripel phospat : bentuknya 4 persegi panjang, tidak berwarna, ukuran 30-150 µm.
Kristal asam urat : bentuknya bermacam-macam (persegi panjang,kubus dan lain) , berwarna kuning atau merah bata .Ukuran 30-150 µm.

  1. Jamur
    Bentuknya bulat atau lonjong,kadang-kadang terlihat tonjolan. Ukuran bermacam-macam (5-12 µm)
  2. Trichomonas
    Berbentuk bulat dengan 4 buah flagel atau lebih.Ukuran 2x ukuran eritrosit (15 µm). Terlihat bergerak)
  3. Spermatozoa
    Terdiri dari kepala dan ekor. Kadang -kadang masih bergerak.

Pelaporan Pemeriksaan Sedimen Urine

  1. Jumlah rata-rata lekosit dan eritrosit dilaporkan per lapangan pandang besar (LPB)
  2. Untuk lain-lain unsur sedimen dilaporkan rata-rata per lapangan pandang kecil (LPK) dengan : + (bila jumlahnya sedikit ), ++ (bila jumlahnya banyak ), +++ (bila jumlahnya banyak sekali)

Catatan :

  1. Harga normal :
    Eritrosit : 0-1 buah / LPB ( Lapangan Pandang Besar )
    Lekosit : 0-3 buah / LPB ( Lapangan Pandang Besar )
  2. Periksalah keasaman urine, jika bersifat basa maka tambahkanlah sedikit asam asetat untuk melarutkan sebagian fosfat. Sedang jika bersifat asam maka urin dipanasi sedikit agar sebagian asam urin dapat larut
  3. Kesalahan yang sering terjadi :
  • Urin tidak dicampur rata terlebih dahulu sebelum dicentrifuge sehingga sedimen ketinggalan di dasar botol penampung
  • Cahaya yang masuk mikroskop terlalu terang sehingga unsur halus tidak terlihat
  • Pemeriksaan hanya dilakukan dengan obyektif 40x
  • Tidak menggunakan urine segar

 

 

  • Cara Pemeriksaan Gula Darah
  1. Hidupkan alat dengan cara menekan tombol power, kemudian simbol strip dan nomor kode akan berkedip – kedip (pastikan nomor kode sama dengan nomor yang tertera pada tabung strip).
  2. Masukkan strip pada lubang alat dengan posisi sesuai dengan gambar anak panah yang tertera pada strip sampai keluar bunyi “bip” dan gambar tetes darah yang berkedip – kedip.
  3. Desinfeksi salah satu ujung jari yang akan ditusuk (jari 2, 3, 4) dengan kapas alkohol 70%, tunggu kering kemudian tusuk.
  4. Usap darah yang pertama kali keluar dengan kapas kering, kemudian letakkan tetesan darah selanjutnyan pada strippastikan tempat sampel terisi penuh, tutup bekas tusukan dengan kapas kering.
  5. Dengan otomatis darah akan terhisap dan secara otomatis juga alat tersebut akan membaca kadar glukosa darah dengan biosensornya.

 

 

  • Cara Pemeriksaan Asam Urat
  1. Hidupkan alat dengan cara menekan tombol power, kemudian simbol strip dan nomor kode akan berkedip – kedip (pastikan nomor kode sama dengan nomor yang tertera pada tabung strip).
  2. Masukkan strip pada lubang alat dengan posisi sesuai dengan gambar anak panah yang tertera pada strip sampai keluar bunyi “bip” dan gambar tetes darah yang berkedip – kedip.
  3. Desinfeksi salah satu ujung jari yang akan ditusuk (jari 2, 3, 4) dengan kapas alkohol 70%, tunggu kering kemudian tusuk.
  4. Usap darah yang pertama kali keluar dengan kapas kering, kemudian letakkan tetesan darah selanjutnyan pada strippastikan tempat sampel terisi penuh, tutup bekas tusukan dengan kapas kering.
  5. Dengan otomatis darah akan terhisap dan secara otomatis juga alat tersebut akan membaca kadar Asam Urat dengan biosensornya.

 

 

  • Cara Pemeriksaan Cholesterol
  1. Hidupkan alat dengan cara menekan tombol power, kemudian simbol strip dan nomor kode akan berkedip – kedip (pastikan nomor kode sama dengan nomor yang tertera pada tabung strip).
  2. Masukkan strip pada lubang alat dengan posisi sesuai dengan gambar anak panah yang tertera pada strip sampai keluar bunyi “bip” dan gambar tetes darah yang berkedip – kedip.
  3. Desinfeksi salah satu ujung jari yang akan ditusuk (jari 2, 3, 4) dengan kapas alkohol 70%, tunggu kering kemudian tusuk.
  4. Usap darah yang pertama kali keluar dengan kapas kering, kemudian letakkan tetesan darah selanjutnyan pada strippastikan tempat sampel terisi penuh, tutup bekas tusukan dengan kapas kering.
  5. Dengan otomatis darah akan terhisap dan secara otomatis juga alat tersebut akan membaca kadar Cholesterol dengan biosensornya.

 

 

  1. Plano Test (Tes Kehamilan)

Metode : Imunokromatografi

Tujuan : Untuk mengetahui ada tidaknya hormone HCG dalam sampel urin.

Prinsip :

Akan terbentuk 2 garis merah apabila dalam urin terdapat hormone HCG (human chorionic gonodotropin).

Alat dan Bahan    :

  1. Wadah
  2. Strip Plano test.
  3. Urin

Prosedur Kerja     :

  1. Siapkan sampel urin pada wadah yang telah disiapkan.
  2. Strip dicelupkan pada wadah yang berisi sampel urin sampai garis tanda panah.
  3. Dibaca dalam waktu ±5 menit dan bila terdapat 2 garis merah maka hasilnya adalah positif.

Interpretasi     :

( + ) : terdapat garis merah pada C dan T.

( – ) : terdapat garis merah pada garis C tapi tidak pada garis T.

Invalid : terdapat garis merah pada garis T sedangkanpada garis C tidak terdapat garis merah.

 

2.Pemeriksaan Widal

Tujuan  : Untuk membantu menegakkan pemeriksaan demam typhoid. Mengetahui adanya antibody spesifik terhadap bakteri Salmonella.

  1. Prinsip              :

Adanya antibody Salmonella pada sampel serum akan bereaksi dengan antigen yang terdapat pada reagen widal sehingga menyebabkan reaksi aglutinasi.

  1. Dasar teori       :

Pemeriksaan widal ditujukan untuk mendeteksi adanya antibodi (didalam darah) terhadap antigen kuman Salmonella typhi / paratyphi (reagen). Sebagai uji cepat (rapit test) hasilnya dapat segera diketahui. Hasil positif dinyatakan dengan adanya aglutinasi. Karena itu antibodi jenis ini dikenal sebagai Febrile agglutinin. Hasil uji ini dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga dapat memberikan hasil positif palsu atau negatif palsu.

Hasil positif palsu dapat disebabkan oleh faktor-faktor, antara lain pernah mendapatkan vaksinasi, reaksi silang dengan spesies lain (Enterobacteriaceae sp), reaksi anamnestik (pernah sakit), dan adanya faktor rheumatoid (RF).

Hasil negatif palsu disebabkan antara lain : penderita sudah mendapatkan terapi antibiotika, waktu pengambilan darah kurang dari 1 minggu sakit, keadaan umum pasien yang buruk, dan adanya penyakit imunologik lain. Demam typhoid (Typhoid Fever) merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi maupun Salmonella paratyphi A, B dan C yang masih dijumpai secara luas di negara berkembang yang terutama terletak di daerah tropis dan subtropis.

  1. Alat dan Bahan:
  2. Alat            :
  • Slide test
  • Clinipette
  • Batang pengaduk
  • Tissue
  1. Bahan         : – sampel serum
  2. Reagen       :
  • antigen O
  • antigen H
  • antigen AH
  • Antigen BH

 

  1. Cara Kerja                   :
  2. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
  3. Dipipet serum sebanyak 50 ul dan diletakkan pada slide test.
  4. Ditambahkan 1 tetes antigen pada slide tersebut.
  5. Kemudian goyangkan “slide” selama 1 menit.
  6. Perhatikan adanya reaksi aglutinasi dalam 1 menit.
  7. Reaksi positif bila terjadi aglutinasi.
  8. Catat hasil pada buku register.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: