Ridwan Analis

Laboran di Puskesmas Samaenre, Kab. Sinjai, Kec. Sinjai Selatan

IMUNOLOGI dan SEROLOGI

pada Agustus 13, 2012

skip to main | skip to sidebar

IMUNOLOGI dan SEROLOGI

1. UJI CRP

 Tujuan : untuk mendeteksi adanya infeksi kerusakan jaringan, inflamasi

Metode : kualitatif

Prinsip : aglutinasi pasif terbalik dimana latex dilapisi antibodi CRP dan yang dideteksi adalah antigen CRP dalam serum dengan kadar tinggi, aglutinasi terlihat dalam waktu 2 menit

Alat Pemeriksaan : kaca obyek, transferpet + tip, pengaduk

Bahan : serum

Reagen : Latex (suspensi polysterin latex)

Cara Kerja : masukkan 50 mikroL serum dalam test slide, tambahkan satu tetes suspensi, campurkan suspensi dengan cara digoyang. Putar test slide selama dua menit lihat aglutinasi yang terjadi.

Interpretasi Hasil : hasil positif = aglitunasi kasar ; positif lemah = aglutinasi halus ; hasil negatif = tidak ada aglutinasi

 

2. UJI ASO/ASTO

Tujuan : mengetahui arah Stertolysin O dalam serum secara kualitatif dimurnikan.

Prinsip : suspensi latex dicampur dengan serum dengan kadar meningkat, aglutinasi terjadi dalam waktu 2 menit

Alat pemeriksaan : pengaduk, slide test, mikropipet

Bahan : serum

Reagen : kontrol (+) = mengandung antibodi ASO ; kontrol (–) = tidak mengandung antibodi ASO ; reagen latex = suspensi partikel latex polysiterin yang dilapisi Streptolysin O

Cara Kerja : reagen dan seum diinkubasi dalam suhu kamar, teteskan 50 mikroL serum pasien ke dalam lubang slide. Kocok reagen latex, kemudian teteskan ke dalam lubang dengan penetes yang disediakan. campur tetesan menggunakan alat disposable untuk memastikan seluruh lubang test tercampur. putar test slide, selama 2 menit lihat aglutinasi yang terjadi.

 

3. PENGUJIAN RF

Tujuan : mengetahui Rheumatoid Factor dalam serum secara kualitatif.

Metode : Aglutinasi Latex

Prinsip : Partikel latex yang dilapisi gamma globulin manusia yang telah dimurnikan, ketika suspensi latex dicampur dengan serum yang kadar RF nya meningkat, aglutinasi jelas terlihat dalam waktu 2 menit.

Alat Pemeriksaan : pengaduk, test slide, mikropipet.

Bahan : serum

Reagen : kontrol (+) = mengandung antibodi RF ; kontrol (–) = bebas antibodi RF ; latex = suspensi latex polyesterin dilapisi fraksi FC termodifikasi dari IgG dalam buffer stabil.

Cara Kerja :reagen dan seum diinkubasi dalam suhu kamar, teteskan 50 mikroL serum pasien ke dalam lubang slide. Kocok reagen latex, kemudian teteskan ke dalam lubang dengan penetes yang disediakan. campur tetesan menggunakan alat disposable untuk memastikan seluruh lubang test tercampur. putar test slide, selama 2 menit lihat aglutinasi yang terjadi.

 

4. PEMERIKSAAN RPR

Tujuan : digunakan untuk test flokulasi non treponemal untuk penentuan adanya reagen antibodi dalam serum

Metode : Slide Test

Prinsip : pencampuran terjadi antara kolesterol/cardiolipin/tetrasiklin dalam reagen yang juga terdapat partikel karbon dengan reagen antibodi dalam serum, hasil dapat dilihat secara mikrokopis dalam bentuk gumpalan hitam.

Alat Pemeriksaan : pipet serologi, test slide, pengaduk

Bahan : serum

Reagen : RPR Ag, Kontrol (+), kontrol (–)

Cara Kerja : reagen dan seum diinkubasi dalam suhu kamar, teteskan 50 mikroL serum pasien ke dalam lubang slide. tambahkan 1 tetes reagen antigen pada test spesimen, putar pada 100 Rpm selama 8 menit.

 

 

 


Nilai Normal Laboratorium Patologi Klinik

PRIA

Hematologi
Jenis Spesimen : darah
Darah Lengkap

Eritrosit : 4.5 – 5.9 (4.5 – 5.5) (juta/ul)
Haemoglobin (Hb) : 13.5 – 17.5 (13 – 16) (g/dl)
Hematokrit (Ht) : 41.0 – 53.0 (40 – 54) (%)
Trombo sit : 150.000 – 440.000 (150.000 – 400.000) (/ul)
Leukosit : 4.000 – 11.000 (5.000 – 10.000) (/ul)
Laju Endap Darah (LED) : 0 – 10 (mm/jam)

Diff count / Hitung Jenis Leukosit
Basofil : 0 – 1 (%)
Eosinofil : 1 – 3 (%)
Batang : 2 – 6 (%)
Segmen : 50 – 70 (%)
Limfosit : 20 – 40 (%)
Monosit : 2 – 8 (%)

Urinalisa
Jenis Spesimen : urine midstream / porsi tengah
Urine Lengkap

Warna : kuning
Kejernihan : jernih
Glukosa : negatif
Bilirubin : negatif
Keton : negatif
Berat jenis : 1.005 – 1.030 (1.003 – 1.030)
Darah samar : negatif
pH : 4.5 – 8.0 (5 – 8)
Protein : negatif
Urobilinogen : 0.1 – 1.0 (EU/dl)
Nitrit : negatif
Esterase leukosit : negatif

Sedimen
Leukosit : 0 – 5 (0 – 3) (/LPB)
Eritrosit : 0 – 1 (/LPB)
Silinder : negatif (/LPK)
Epitel : +1
Kristal : negatif
Lain-lain : negatif

Kimia Darah
Glukosa N : 80 – 100 (mg/dl)
Glukosa PP : 100 – 120 (mg/dl)
Glukosa S : < 150 (mg/dl)

Kolesterol total : < 200 (mg/dl)
Trigliserida : < 150 (mg/dl)
HDL – Kolesterol : > 55 (mg/dl)
LDL – kolesterol : < 150 (mg/dl)

Ureum : 15 – 40 (mg/dl)
Kreatinin : 0.5 – 1.5 (mg/dl)
Asam urat : 3.4 – 7.0 (mg/dl)

Bilirubin total : 0.2 – 1 (mg %)
Bilirubin direk : 0 – 0.2 (mg %)
Bilirubin indirek : 0.2 – 0.8 (mg %)

SGOT : 5 – 40 (u/l)
SGPT : 5 – 41 (u/l)
Alkali Fosfatase : 45 – 190 (iu/l)
Gamma GT : 6 – 28 (mu/ml)

Protein total : 6.1 – 8.2 (gr %)
Albumin : 3.8 – 5.0 (gr %)
Globulin : 2.3 – 3.2 (gr %)

Imunologi dan Serologi
Widal
Salmonella typhy
Salmonella paratyphy A
Salmonella paratyphy B
Salmonella paratyphy C

VDRL : negatif
HbSAg
Anti Hbs
RF : < 8 (lu/dl)
CRP : < 0.8 (Mg/dl)
ASTO : < 200 (lu/dl)

Wanita

Hematologi
Jenis Spesimen : darah
Darah Lengkap

Eritrosit : 4 – 5 (juta/ul)
Haemoglobin (Hb) : 12 – 15 (g/dl)
Hematokrit (Ht) : 36 – 47 (%)
Trombo sit : 150.000 – 400.000(/ul)
Leukosit : 5.000 – 10.000(/ul)
Laju Endap Darah (LED) : < 15 (mm/jam)

Diff count / Hitung Jenis Leukosit
Basofil : 0 – 1 (%)
Eosinofil : 1 – 3 (%)
Batang : 2 – 6 (%)
Segmen : 50 – 70 (%)
Limfosit : 20 – 40 (%)
Monosit : 2 – 8 (%)

Urinalisa
Jenis Spesimen : urine midstream / porsi tengah
Urine Lengkap

Warna : kuning
Kejernihan : jernih
Glukosa : negatif
Bilirubin : negatif
Keton : negatif
Berat jenis : 1.003 – 1.030
Darah samar : negatif
pH : 5 – 8
Protein : negatif
Urobilinogen : 0.1 – 1.0 (EU/dl)
Nitrit : negatif
Esterase leukosit : negatif

Sedimen
Leukosit : 0 – 3 (/LPB)
Eritrosit : 0 – 1 (/LPB)
Silinder : negatif (/LPK)
Epitel : +1
Kristal : negatif
Lain-lain : negatif

Kimia Darah
Glukosa N : 80 – 100 (mg/dl)
Glukosa PP : 100 – 120 (mg/dl)
Glukosa S : < 150 (mg/dl)

Kolesterol total : < 200 (mg/dl)
Trigliserida : < 150 (mg/dl)
HDL – Kolesterol : > 65 (mg/dl)
LDL – kolesterol : < 150 (mg/dl)

Ureum : 15 – 40 (mg/dl)
Kreatinin : 0.5 – 1.5 (mg/dl)
Asam urat : 2.4 – 5.7 (mg/dl)

Bilirubin total : 0.2 – 1 (mg %)
Bilirubin direk : 0 – 0.2 (mg %)
Bilirubin indirek : 0.2 – 0.8 (mg %)

SGOT : 5 – 40 (u/l)
SGPT : 5 – 41 (u/l)
Alkali Fosfatase : 45 – 190 (iu/l)
Gamma GT : 4 – 18 (mu/ml)

Protein total : 6.1 – 8.2 (gr %)
Albumin : 3.8 – 5.0 (gr %)
Globulin : 2.3 – 3.2 (gr %)

Imunologi dan Serologi
Widal
Salmonella typhy
Salmonella paratyphy A
Salmonella paratyphy B
Salmonella paratyphy C

VDRL : negatif
HbSAg
Anti Hbs
RF : < 8 (lu/dl)
CRP : < 0.8 (Mg/dl)
ASTO : < 200 (lu/dl)

 

 

 


One response to “IMUNOLOGI dan SEROLOGI

  1. Nurma Andi Malli mengatakan:

    makasih teman sma tulisannya,,..
    sangat bermanfaat…
    btw, kerja dimna sekarang??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: